Wednesday, March 22, 2006

Tidak Biasa

Memang, toleransi itu sulit apalagi dengan sesorang yang kita cintai, tapi apa daya dan apa guna jika kita terus memaksakan kehendak jika seseorang itu sudah benar-benar berbeda pendapat dengan kita? aku nulis ini karena sedih sekali bikin suasana ngobrol jadi tidak kondusif, aku nyesel....ah sudahlah, life's must go on, dan aku tak akan menyerah walau di dunia ini tidak ada satupun yang mau menjadi temenku, aku akan berusaha sendiri menantang Tuhan sampai diberikan jawaban.

Tuesday, March 21, 2006

Biasa

Bangun pagi pukul 08.00, ambil rokok, disumet, trus di nikmati...tak lupa mbikin segelas es kopi, untuk penyegaran. melihat ke arah komputer, semua tampak biasa dan seperti biasa, ada pak poor, dan lain-lain.... sambil menghisap rokok, buka friendster, ah tidak ada apa-apa...tutup lagi, buka multiply, juga biasa saja...oh iya, belum ngelihat tagihan kartu halo bulan ini, buka 9210i kesayanganku, pilih menu message, ketik HALO dan kirim ke 333 (iklan layanan masyarakat kie, hehehe) tak alam pesan terikirim, dan sambil melihat hp yang satunya apakah ada sms atau missed call....ah ternyata kosong, dan 9210i pun melantunkan tembang dari Bondan Prakoso & Fade2Black...oh sms balasan dari telkomsel, ternyata tagihan untuk bulan ini masih berjumlah Rp 110,540, okelah..masih aman (upaya penghematan lumayan sukses, soale biasanya tanggal segini sudah habis 400ribu, hahaha)
Kulanjutkan aktifitas pagi hari, terasa ada yang aneh! apakah itu? oh iya...perutku terasa melilit, waktunya untuk membuang rejeki yang telah kunikmati rupanya, dengan tergesa kunyalakan sebatang rokok lagi, tetapi kali ini bukan yang biasanya, kuambil rokok yang cepat abis, LA Lights special edition dari bapak, selain rasanya yang beda dari LA yang dijual di toko, rokok jenis ini cepat habis dan tidak terbuang kalo di hisap sembari mengkhayal di wc. Setelah urusan perWC-an beres, ah mengapa tidak mandi sekalian? sudah 3 hari tidak mandi, apa kata wanita-wanita nantinya? hahaha, akhirnya mandi dengan "serius", sampai lama banget kayak putri keraton, akhirnya keluar kamar mandi dengan tubuh segar! setelah mandi dan berganti pakaian yang lebih pantas (pantas untuk diajak keluar) aku men-starter shogun hitam yang berdiam di parkiran kost, kupanasi sebentar lalu langsung kugeber menuju satu tujuan! Mie Jakarta, ya, mau makan apalagi di pagi hari begini? di tengah jalan bertemu dengan Angel, dengan muka masih kusut dan ngecap bantal dia menyapaku dan akau membalasnya, rupanya dia akan ke tempat Meitri, ya sudah, kulanjutkan lagi melewati sebuah tanjakan, satu-satunya jalan besar yang menuju ke dunia luar (luar Bukit Indah), sesampainya di Mie Jakarta, pengunjung sudah sangat ramai 9ah, telat datang pikirku), tak apalah, aku memesan semangkok mie komplit dengan ukuran jumbo (kalau yang biasa , gak wareg rek!), daripada menunggu di tempat rame, mendingan naik ke lantai 2, masuk ke Gubuk Dongeng, setelah mencari-cari buku yang akan kupinjam, akhirnya aku memutuskan untuk meminjam dua buah buu karangan P.A.T, Sekali Peristiwa Di Banten Selatan, dan Di tepi Kali Bekasi, oke, bayar dan ngurus administrasi, aku turun lagi, dan...ah...bertambah ramai, untungnya masih ada sisa satu tempat duduk di pojokan, langsung saja aku duduk disitu dan membaca sembari menunggu pesenan datang, tak lama duduk, semangkok mie ukuran jumbo dengan segelas es teh tawar pun datang, asyik...langsung saja Sikat!!!begitu perintah komandan otak kepada seluruh indera ku...tanpa memperdulikan lagi keadaan sekitar, aku segera menghabisi sang korban, cukup membutuhkan waktu rupanya...akhirnya setelah selesai, aku membayar di kasir, dan mendapat potongan 500 rupiah ( langganan sih, masa iya gak dapet diskon...)
Sesampainya di kost, agak sedikit bingung, kuliah masih lama, dan tidak ada kerjaan, ah iya aku kan baru aja minjem buku, akhirnya kubaca buku Sekali Peristiwa Di Banten Selatan, well...P.A.T banget isinya..hehehe emang yang ngarang dia kan? sangat menarik! Setelah selesai menghabiskan satu buku, aku ingin melanjutkan ke buku yang satunya lagi, tapi setelah kupikir-pikir, masih lama kan balikinnya, mendingan buat ntar malem aja...sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk menulis blog ini, keadaan di luar kamar hujan rintik-rintik disertai angin sepoi-sepoi, aku ditemani oleh teman setia sejak SMA, Djarum Super, hehehe..enak, gak cepet abis kalo di sambi. Akhirnya, sudah waktuku untuk berangkat kuliah.




Jah Is The Way,


V.K.P

Sunday, March 19, 2006

23.00am

Enjoy the fullmoon around 23am when a new flower blossoms through the heatwave. The texture of maresias reflect. Everyday life and i find myself, fliying away while she's introducing the new day, I'm leaving behind....freedom.

Kematian

Kematian, sebuah kata yang mengerikan bagi kebanyakan orang, dari kata dasar mati, yang dapat di analogikan sebagai sesuatu yang tidak bernyawa, tidak bisa berkembang sesuai jamannya, hmmm...tetapi bagiku, mati merupakan hal yang indah, jika kita mati, semua kebusukan dan semua kemunafikan tentang hidup akan menghilang begitu saja!(?) bingung juga sih mendefinisikan mati menurut diriku, karena pemahaman tentang mati tidak saja terkait dengan aspek-aspek empiris yang bisa dibuktikan dengan ilmu-ilmu pengetahuan, hehehe mungkin kalian semua menganggap aku agak mencla-mencle dan tidak bisa memberikan alasan mengapa aku menyukai kematian, seperti ketika aku berbicara mengenai seorang dosen yang dianggap menyebalkan oleh sebagian besar dan bahkan mungkin semua anak didiknya, aku malah menyukainya, baik cara mengajar, memberikan pengertian-pengertian, memang kadangkala dia agak menyimpang dan sering mengulang-ulang hal yang sama, tetapi aku tak pernah bosan untuk mengikuti kuliah dia, walaupun itu jam 7 pagi (padahal paling males kalo kuliah pagi, hehehe), yah terlepas dari semua pendapat dan persepsi orang tentang kematian, aku suka kematian, aku berbahagia jika dekat kematian, tetapi aku lebih suka hidup dan berkarya menggunakan kemampuanku sendiri dan bisa membantu orang yang membutuhkan!



Jah Is The Way,

NaGaVeZpA